Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts
Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts

Sunday, October 23, 2016

Kata-Kata Bijak Tentang Pendidikan - Version Culikilmu

Jumpa lagi dengan saya di Culikilmu ....Salam Klikmania
Kali ini saya akan berbagai berbagai macam kata-kata mutiara tentang pendidikan
Semoga bermanfaat dan jang hanya dibaca tai dimaknai dan diresapi tulisannya ....
Terima Kasih......Langsung saja diculik .....
  1. Pendidikan adalah lapangan perjuangan, bukan tempat mencari penghidupan
  2. Pendidikan itu milik umat, bukan milik individu
  3. Apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dialami sehari-hari harus mengandung unsur pendidikan
  4. Berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas adalah prinsip pendidikan
  5. Jadilah ulama yang intelek, bukan intelek yang hanya tahu agama
  6. Seluruh mata pelajaran harus mengandung pendidikan akhlak
  7. Pendidikan itu by doing, bukan by lip
  8. Metode lebih penting daripada materi, guru lebih penting daripada metode, dan jiwa guru lebih penting daripada guru itu sendiri
  9. Pendidikan itu hanya memberi kail, tidak memberi ikan
  10. Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian
  11. Ilmu bukan untuk ilmu, tapi ilmu untuk amal dan ibadah
  12. Pendidikan mengajarkan ilmu agama 100% dan ilmu sains 100%
  13. Barang siapa yang tidak tahu nikmatnya waktu belajar, maka ia akan merugi sepanjang hidupnya
  14. Orang besar adalah mereka yang mau mengorbankan harta, jiwa, dan raganya
  15. Belajar untuk kemuliaan hidup, bukan untuk harta benda dan kedudukan
  16. Waktu bagaikan pedang, jika kita tidak mengaturnya, kita akan ditindas olehnya
  17. Bersabar mampu menolong manusia dalam setiap kepayahan
  18. Harta hancur oleh kerakusan, amal hancur oleh kesombongan, ilmu hancur oleh kebodohan
  19. Pegang pena dan ukirlah setiap kejadian dalam hidup. Sebab ia adalah bagian dari sejarah yang berharga
  20. Besarnya ledakan bom hanya merusak bagian kecil belahan dunia. Coretan tinta pena mampu menghancurkan semuah peradaban manusia.
  21. Tujuan utama pendidikan adalah untuk menciptakan manusia yang mampu melakukan hal-hal baru, tidak hanya mengulangi apa yang generasi lain telah dilakukan. (Jean Piaget)
  22. Pendidikan adalah apa yang tersisa ketika kita telah melupakan semua yang kita telah diajarkan. (George Savile)
  23. Seorang pria yang tidak sekolah mungkin mencuri mobil angkutan, tetapi jika ia memiliki pendidikan universitas ia mungkin mencuri kereta api. (Theodore Roosevelt)
  24. Hasil dari proses edukatif adalah kapasitas untuk pendidikan lebih lanjut. (John Dewey)
  25. Aku tidak pernah membiarkan pekerjaan mengganggu pendidikanku. (Mark Twain)

Terima Kasih Telah Berkunjung..diTunggu Mampir lagi .....

Friday, October 21, 2016

Contoh Artikel Sosial - Terbaik

Pudarnya Interaksi Sosial di kalangan Masyarakat Indonesia

Kita tentu mengetahui bahwa masyarakat Indonesia terkenal dengan keramahan dan gotong royongnya. Tidak dapat di pungkiri pernyataan tersebut diatas memang benar. Bahkan masyarakat mancanegara yang pernah singgah di Indonesiapun mengatakan hal yang sedemikian.
Seperti yang telah digambarkan dalam sebuah peribahasa “berat sama di pikul, ringan sama dijinjing” yang memiliki arti bahwa masyarakat Indonesia memiliki anggapan bahwa jika pekerjaan di kerjakan bersama maka tidak akan menimbulkan rasa lelah, begitu juga jika berbagi kesedihan dan kesenangan bersama maka tidak akan menimbulkan rasa iri dan dengki.
Pengaplikasian dari peribahasa di atas tentu dapat menghasilkan kehidupan masyarakat yang aman dan tentram, berkumpul bersama, berbagi masalah, berbagi makanan sampai berbagi pekerjaan. Stiap hari ada suara anak-anak yang sedang bercengkrama dengan teman-teman sebayanya, ibu-ibu sedang memasak bersama dengan berbagi resep, para kepala rumah tangga sedang gotong-royong membantu pembongkaran rumah salah satu warga.
Tentu saja sangat indah dan membuat siapapun iri melihat kebersamaan masyarakat yang demikian, namun semua itu mungkin hanya sebuah wacana dan angan belaka, karena seiring berjalannya waktu, mengikuti perkembangan zaman yang ada semua aplikasi dari peribahasa tersebut semakin hari semakin memudar. Faktanya dengan adanya alat-alat yang canggih membuat sekat pembatas diantara masyarakat.
Dengan adanya sekat tersebut membuat Interaksi dikalangan masyarakat bernilai 20. Karena kontak sosial dan komunikasi anatar masyarakat semakin jarang dilakukan. Hanya karena terdesak dan sangat membutuhkan pertolongan saja masyarakat mau menghubungi tetangganya.
Apalagi dengan adanya internet dan handphone yang canggih membuat masyarakat lupa bahwa dia memiliki tetangga, bahkan terkadang dengan tetangganya sendiripun dia tidak kenal. Karena kemudahan teknologi membuat masyarakat menjadi malas. Apapun yang mereka lakukan dan mereka inginkan tingkal klik satu tombol langsung beres semua.
Contohnya saja, jika kita menginginkan suatu barang tinggal klik beli maka transaksi pembelian pun terjadi tidak seperti dulu yang mana kita harus pergi kepasar dan bertemu langsung dengan penjualnya kemudian terjadilah transaksi jual-beli. Contoh yang lain dulu jika ingin mengetahui kabar saudara yang letaknya jauh, kita harus menulis surat dan mengirimnya lewat pos yang harus menunggu waktu hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu untuk dsampai kepada orang yang dikirimi surat, belum lagi balasan surat tersebut. Namun sekarang dengan adanya handphone kita hanya mengirim pesan singkat atau yang biasa disebut sms atau mungkin kita bisa melakukan telfon bahkan kita juga bisa melakukan video call untuk mengetahui keadaan saudara yang jauh, dan itupun kita langsung mendapat respons.


Artikel Pentingnya Pangan Analog Bagi Masyarakat - New Version

Pentingnya Pangan Analog Bagi Masyarakat !!!



Beras merupakan bahan pangan primer atau pokok yang di konsumsi hampir setiap hari atau bahkan setiap hari oleh masyarakat Indonesia. Beras adalah sebuah biji padi yang telah dipisahkan dari sekam atau kulitnya. Untuk memisahkan beras dari kulitnya tentu memerlukan alat untuk itu, yaitu dengan menggunakan penggilingan padi. Baik penggilingan padi yang menetap atau penggilingan padi yang berjalan. Tentu saja beras tidak bisa langsung dimakan setelah digiling, perlu memerlukan tahapan lebih lanjut untuk bisa dimakan. Yang biasanya pada tahap akhir di sebut nasi. Barulah kita dapat mengkonsumsi beras.
Beras menjadi pangan pokok yang harus ada setiap hari bagi sebagian masyarakat Indonesia. Bahkan bayak di kalangan masyarakat Indonesia yang beranggapan bahwa beras itu adalah Food Habit sehingga masyarakat berpendapat bahwa belum disebut makan kalau belum makan nasi. Pangan Analog adalah Pangan alternatif yang dihasilkan dari karya masyarakat sebagai pengganti pangan yang berfungsi hampir sama seperti pangan yang digantikan.
Semakin hari seiring berkembangnya zaman di Indonesia membuat lahan persawahan di Indonesia semakin berkurang. Semakin sulit untuk menemui persawahan di daerah Ibukota atau bahkan kota-kota besar di Indonesia. Lahan persawahan yang telah berubah menjadi gedung-gedung bertingkat. Kawasan perumahan elit, pusat perbelanjaan atau bahkan menjadi kawasan perumahan kumuh.
Indonesia juga mmenjadi negara pengimport beras tertinggi di dunia dengan rata-rata konsumsi beras sebesar 139,5 kg/tahun/kapita melebihi rata-rata konsumsi beras dunia yang hanya 60 kg/tahun/kapita.
Maka dari itu untuk menghindari kekurangan pangan dimasa yang akan datang banyak kalangan-kalangan yang menggalakan untuk menemukan alternatifpangan yang bisa dikonsumsi sebagai pengganti beras yang mana makanan itu wujudnya hampir sama dengan beras. Alternatif pangan di buat juga untuk mengurangi ketergantungan konsumsi beras masyarakat Indonesia. Contohnya saja program pemerintah Program Diversifikasi Pangan.
Diversifikasi merupakan program dunia yang digalakan pada tahun 2010 untuk kemandirian pangan untuk menuntaskan permasalahan kekurangan pangan. Diversifikasi pangan juga untuk meningkatkan potensi pangan sumberdaya lokal. Program ini tentu sedikit sulit untuk dikembangkan karena kekuatan ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap konsumsi beras yang sangat kuat. Sehingga sulit bagi masyarakat untuk lepas dari beras dan beralih ke sumber karbohidrat lainnya.
Dengan adanya program-program diatas memunculkan istilah “Beras Analog” yang berarti mempunyai arti beras yang dibuat hampir mirip atau mendekati bentuk beras asli, sehingga masyarakat yang mengkonsumsi beras analog tersebut merasa mengkonsumsi beras biasa.
Beras analog adalah beras yang terbuat dari pangan lokal atau pangan berkarbohidrat lainnya. Contohnya umbi-umbian, jagung, dan singkong.
Beras analog selain aman untuk dikonsumsi juga harus enak dan harganya juga terjangkau bagi seluruh kalangan masyarakat. Saat ini banyak pangan analog yang mungkin tidak terjangkau bagi seluruh kalangan masyarakat sehingga masyarakat tidak mengenal pangan-pangan analog yang dihasilkan dari masyarakat sekitar orang tersebut tinggal. Dan juga terkadang pangan analog tidak di ketahui banyak orang karena pemasaran yang kurang dan tidak banyaknya dukungan untuk memasarkannya. Selain itu juga pangan analog dirasa tidak ada manfaatnya. Padahal dengan banyaknya produk-produk makanan desa yang di hasilkan petani yang terkadang hanya bisa dimakan dengan cara derebus atau digoreng saja. Tapi kita bisa membuat variasi makanan yang mungkin dapat dijadikan peluang usaha dan sarana berkumpul antar masyarakat.
Beras analog bisa dihasilkan dari perpaduan dari beberapa jenis makanan yang diolah dan disatupadukan menjadi pangan yang mempunyai manfaat yang luar biasa. Sebagai contoh salah satu produk analog yang ada di kebumen yang dihasilkan dari orang asli kebumen yaitu beras analog “beras mutiara” yang di ciptakan dari KWT Mutiara Baru Desa Plumbon Kecamatan Karangsambung.
Beras Analog “Beras Mutiara” merupakan sebuah produk yang dihasilkan dari Kelompok Wanita Tani dari Plumbon yang dimana memadukan antara Pangan pokok jagung dan pangan pokok ubi yang disatukan menjadi Beras yang bernilai dan bermanfaat bagi masyarakat, beras yang layak konsumsi, beras yang aman bagi masyarakat, aman bagi semua orang yang mempunyai penyakit berbahaya. Beras analog ini merupakan beras yang aman bagi penedrita gula karena beras ini rendah kadar gula, tidak seperti nasi yang berasal dari padi yang dimana banyak mengandung gula sehingga tidak aman untuk dikonsumsi.
Beras mutiara ini memadukan tepung mocaf (tepung singkong) 50% dan tepung jagung 50%. Tepung jagung yang digunakan bisa yang berwarna putih atau yang berwarna kuning. Beras analog mutiara ini belum di kenal banyak warga kebumen karena pemasarannya yang kurang. Selain itu beras yang dihasilkan juga masih mempunyai rasa seperti oyek sehingga kurang diminati warga kebumen.
Untuk itu perlu dilakukan tindak lanjut untuk menarik minat masyarakat terhadap makanan tersebut dengan mengolahnya menjadi makanan yang dapat diterima dan di minati oleh masyarakat. Salah satu upaya yang bisa dilakukan dengan memperbaharui alat pembuatan beras analog sehingga bentuk dan rasanya menyerupai beras dan dapat diterima oleh masyarakat.