Showing posts with label MATERI. Show all posts
Showing posts with label MATERI. Show all posts

Monday, October 31, 2016

Friday, October 21, 2016

Rangkuman Materi Tentang Manajemen dan Manajer - 2016


MANAJEMEN DAN MANAJER
A.    Manajemen
Dalam melaksanakan kegiatan produksi diperlukan manajemen yang berguna untukmenerapkan keputusan-keputusan dalam upaya mengatur dan mengkoordinasikanpenggunaan sumber-sumber daya dalam proses produksi untuk mencapai tujuan organisai. Pengertian manajemen menurut James AF Stoner, Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, danpengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.”
Dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah suatu proses bekerja untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya secara efektif dan efisien dengan menggunakan orang-orang melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian dengan memanfaatkan sumber daya-sumber daya yang tersedia.
Ada tiga alasan utama mengapa manajemen diperlukan :
1.      Untuk mencapai tujuan.
2.      Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan.
3.      Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas kerja organisasi.
Menurut ahli manajemen Peter Drucker Efektivitas adalah melakukan pekerjaan yang benar (doing the right things), sedang Efisiensi adalah melakukan pekerjaan dengan benar (doingthings right).
 Ada 4 Topik penting untuk memahami pengertian manajemen
1.      Manajemen sebagai ilmu dan seni
2.      Manajemen sebagai profesi
3.      Pengertian-pengertian yang berbeda dengan istilah manajemen
4.      Aplikasi-aplikasi yang berbeda dari istilah Manajemen



B.     Manajer
Secara umum “manajer” berarti setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan dan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya. Manajer dapat diklasifikasi dengan dua cara : menurut tingkatan mereka dalam organisasi (rendah, menengah dan tinggi) dan kegiatan-kegiatan organisasi untuk mana mereka bertanggung jawab (manajer umum dan fungsional).
1.      Tingkatan Manajemen
a.       Manajemen lini - pertama (lower management), merupakan tingkatan paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional.
b.      Manajemen Menengah (middle management) manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya dan kadang-kadang juga karyawan operasional.
c.       Manajer Puncak (top management), manajemen puncak bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen organisasi.
2.        Manajer – manajer fungsional dan umum
Manajer fungsional mempunyai tanggung jawab hanya atas satu kegiatan organisasi, seperti produksi, pemasaran, keuangan, kepegawaian, atau akuntansi. Manajer umum mengatur, mengawasi dan bertanggung jawab atas satuan kerja keseluruhan atau divisi operasi yang mencangkup semua atau beberapa kegiatan fungsional satuan kerja.
3.        Fungsi-fungsi yang dilaksanakan manajer
a.       Perencanaan (planning) adalah pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi dan penentuan strategi, kebijakasanaan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan serta pembuatan keputusan.
b.      Pengorganisasian (organizing) adalah penentuan sumber daya-sumber daya dan kegiatan-kegiatan yang yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi. Penyusun personalia (Staffing) adalah penarikan (recrutment), latihan dan pengembangan serta pemberian orientasi pada karyawan dalam lingkungan kerja yang menguntungkan dan produktif.
c.       Pengarahan (leading), fungsi leading adalah untuk membuat atau mendapatkan karyawan melakukan apa yang diinginkan dan harus dilakukan.
d.      Pengawasan (controlling), adalah penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai yang telah ditetapkan baik postif maupun negatif.

4.      Kegiatan-kegiatan manajer
a)      Pendekatan kegiatan (activities approach).
b)      Apa yang dilakukan manajer
Berikut beberapa hal penting tugas-tugas manajer :
1)        Manajer bekerja dengan melalui orang lain.
2)        Manajer memadukan dan menyeimbangkan tujuan-tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan prioritas-prioritas.
3)        Manajer bertanggungjawab dan mempertanggungjawabkan.
4)        Manajer harus berpikir secara analitis dan konsepsual.
5)        Manajer adalah seorang moderator.
6)        Manajer adalah seorang politisi.
7)        Manajer adalah seorang diplomat.
8)        Manajer mengambil keputusan-keputusan sulit.
c)      Kegiatan-kegiatan yang dilakukan manajer.
1)      Kegiatan Pribadi.
2)      Kegiatan Teknis.
3)      Kegiatan administratif.
4)      Kegitana Interaksional.
d)     Peranan-peranan manajer
Menurut Henry Mintzberg ada tiga bidang peranan manajer yang diambil dari perilaku-perilaku manajer sebagai berikut :
1)      Peranan antar pribadi terdiri dari : Pemuka simbolis, Pemimpin, Perantara.
2)      Peranan Informasional terdiri dari : Monitoring aliran informasi, Penerus Infromasi, Perwakilan.
3)      Peranan pembuat keputusan terdiri dari : Wiraswasta, Penangkal kesulitan, Pengalokasian sumberdaya, dan Negosiator.
e)      Ketrampilan-ketrampilan manajerial
1)      Ketrampilan konsepsual (Conceptual skills).
2)      Ketrampilan kemanusaiaan (human skills).
3)      Ketrampilan adminstrasif (administrative skills).

4)      Ketrampilan teknik (technical skills).

Ringkasan Jurnal Etika Bisnis - Last Update

DARI ETIKA BISNIS MENUJU IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERMANCE
(Resume)

Pentingnya Etika dalam Dunia Bisnis
            Rukman (2004) menilai etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok terkait lainnya.
            Secara historis etika usaha filsafat lahir dari ambruknya tatanan  moral di lingkungan kebudayaan Yunani 2500 tahun lalu. Etika bukan suatu sumber tambahan bagi ajaran moral, melainkan filsafat atau pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan moral. (Suseno, 1987)
            Bisnis adalah suatu interaksi yang terjadi akibat adanya kebutuhan yang tidak dapat diperoleh sendiri oleh individu. Pada dasarnya bisnis harus dijalakan secara etis, karena bagaimana pun bisnis menyangkut tentang kepentingan siapa saja dalam masyarakat. Oleh karena itu bisnis harus dilakukan secara etis agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
            Dalam mengajarkan etika bisnis, Dalimunthe (2004) menganjurkan untuk memperhatikan beberapa hal sebagai berikut :
1.      Pengendalian Diri
2.      Pengembangan Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility)
3.      Mempertahankan Jati Diri
4.      Menciptakan Persaingan yang Sehat
5.      Menerapkan Konsep “Pengembangan Berkelanjutan)
6.      Menghindari Sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
Prinsip-prinsip dalam etika bisnis sesungguhnya adalah penerapan dari prinsip etika dari setiap masyarakat. Adapaun prinsip-prinsip etika bisnis menurut (Keraf 2007 ) yaitu :
1.       Prinsip Otonomi
2.       Prinsip Kejujuran
3.       Prinsip Tidak Berbuat Jahat (non-melafiencece) dan Prinsip Berbuat Baik
4.       Prinsip Keadilan
5.       Prinsip hormat Kepada Diri Sendiri

Tanggung Jawab Korporasi sebagai Awal Mula Implementasi Good Corporate Governance
Shleifer dan Vishny (1997) mendefinisikan corporate governance sebagai caracara untuk memberikan keyakinan pada para pemasok dana perusahaan akan diperolehnya return atas investasi mereka (Darmawati, 2007).
Komite Nasional Kebijakan Corporate Governance / KNKCG (2004) dalam pedoman good corporate governance perbankan Indonesia mengungkapkan bank sebagai lembaga intermediasi dan lembaga kepercayaan, dalam melaksanakan kegiatan usahanya bank harus menganut prinsip keterbukaan (transparency), memiliki ukuran kinerja dari semua jajaran bank berdasarkan ukuran-ukuran yang konsisten dengan corporate values, sasaran usaha dan strategi bank sebagai pencerminan akuntabilitas bank (accountability), berpegang pada prudential banking practices dan menjamin dilaksanakannya ketentuan yang berlaku sebagai wujud tanggung-jawab bank (responsibility), objektif dan bebas dari tekanan pihak manapun dalam pengambilan keputusan (independency), serta senantiasa memperhatikan kepentingan seluruh stakeholders berdasarkan azas kesetaraan dan kewajaran (fairness).
            Agency theory merupakan teori yang menjelaskan tentang hubungan kontraktual antara pihak yang mendelegasikan pengambilan keputusan tertentu (principal/pemilik/pemegang saham) dengan pihak yang menerima pendelegasian tersebut (agent/direksi/manajemen). Agency theory memfokuskan pada penentuan kontrak yang paling efisien yang mempengaruhi hubungan prinsipal dan agen (Alijoyo dan Zaeni, 2004)

Konsep dan Definisi Corporate Social Responsbility
Definisi mengenai corporate social responsibility sekarang ini sangatlah beragam. Seperti definisi CSR yang dikemukan oleh bank dunia (2002), yaitu bahwa;
Corporate social responsibility as  “ the commitment of business to contribute to sustainable economic development, working with employees, their families, the local community and society at large to improve their quality of life.”

Pengungkapan Corporate Social Resonsibility
CSR mewakili kompromi antara etika dan perilaku-perilaku tertentu. CSR muncul untuk meningkatkan image perusahaan di dalam masyarakat di mana perusahaan itu menjalankan kegiatan usahanya. Ide untuk menjadikan kepedualian sosial perusahaan sebagai unsur pemasaran. Perencanaan sosial harus selalu masuk dalam rencana strategik perusahaan. Kegiatan sosial tersebut bukan suatu biaya, tetapi merupakan suatu investasi ( Raul, 2007).

Etika Bisnis menuju Implementasi Good Governance dalam Kegiatan Perusahaan
            Karena tuntutan publik dan hukum itulah, maka bisnis saat ini harus  memberlakukan “being ethical and social responsibility”. Dengan berlaku etis dan mempunyai tanggung jawab sosial, bisnis akan langgeng dan akan terjadi hubungan jangka panjang dengan pelanggan, pemasok, dan pihak lainnya. Pelanggan akan membeli produk sebuah perusahaan yang mempunyai reputasi terbaik dalam tanggung jawab sosial bilamana kualitas, pelayanan, dan harga sama  di antara para pesaing (Prawirokusumo, 2006). Etika bisnis mempunyai pengaruh lebih luas daripada peraturan formal. Melanggar atau melupakan masalah etika akan menghancurkan kepercayaan. Kegiatan untuk mencari etika bisnis tersebut menyangkut empat macam kegiatan, yaitu:
1.      Menerapkan prinsip-prinsip etika umum pada khususnya atau praktek-praktek  khusus dalam bisnis menyangkut apa yang dinamakan meta-etika.
2.      Menyoroti moralitas sistem ekonomi pada umumnya serta sistem ekonomi  suatu negara pada khususnya.
3.      Meluas melampaui bidang etika
4.      Menelaah teori ekonomi dan organisasi.

Kesimpulan
1.      CSR mewakili kompromi antara etika dan perilaku-perilaku tertentu. CSR  muncul untuk meningkatkan image perusahaan di dalam masyarakat di mana perusahaan itu menjalankan kegiatan usahanya. Ide untuk menjadikan kepedualian sosial perusahaan sebagai unsur pemasaran. Perencanaan sosial harus selalu masuk dalam rencana strategik perusahaan. Kegiatan sosial tersebut bukan suatu biaya, tetapi merupakan suatu investasi.
2.      Etika bisnis adalah standar-standar nilai yang menjadi pedoman atau acuanmanajer dan segenap karyawan dalam pengambilan keputusan dan mengoperasikan bisnis yang etik.
3.      Paradigma etika dan bisnis adalah dunia yang berbeda sudah saatnya dirubah menjadi paradigma etika terkait dengan bisnis atau mensinergikan antara etika.
Good Corporate Governance sebaiknya dianggap sebagai aset yang tidak berwujud yang akan memberikan hasil balik yang memadai dalam hal memberikan nilai tambah perusahaan dan GCG juga sebagai way of life atau kultur perusahaan yang dapat dimanfaatkan dalam proses pengambilan keputusan serta pedoman perilaku manajemen. 

Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia - Tugas Bahasa


SEJARAH PERKEMBANGAN EJAAN BAHASA INDONESIA


1.      Pengertian Ejaan
           Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ejaan adalah kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalaimat, dan sebagainya) dalam tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca (KBBI, 2008:353).
Menurut Suyanto (2011: 90) Ejaan adalah sebuah ilmu yang mempelajari bagaimana ucapan atau apa yang di-lisankan oleh seseorang ditulis dengan perantara lambang-lambang atau gambar-gambar bunyi. Ejaan adalah keseluruhan peraturan dalam melambangkan bunyi-bunyi ujaran, menempatkan tanda-tanda baca, memotong suku kata, dan menghubungkan kata-kata (Suryaman dalam Rahayu, 1997: 15).
Secara menyeluruh dapat disimpulkan bahwa ejaan merupakan suatu ilmu yang mempelajari bagaimana ucapan, bunyi ujaran, pemisahan, dan penulisan kata dengan perantara lambang-lambang atau gambar-gambar bunyi sesuai peraturan-peraturan yang berlaku.

2.      Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia
Cikal bakal ejaan bahasa Indonesia berasal dari bahas Melayu pada tahun 1901 Ch. A Van Ophuijsen membuat ejaan resmi bahasa Melayu ketentuannya dimuat dalam Kitab Logat Melajoe yang disusun dengan bantuan Engku Nawawi Gelar Soetan Ma’Mur dan Muhammad Taib Soetan Ibrahim. Ejaan  ini dinyatakan mulai berlaku sejak tahun 1901.
Pada tahun 1908, sebuah badan penerbit yang bernama Commissie voor de Volkslectuur ( Taman Bacaan Rakyat ) yang kini dikenal dengan Balai Pustaka, juga banyak membantu penyebaran bahasa Melayu kepada masyarakat luas.
Pada tahun 28 Oktober 1928 para pemuda dari perwakilan wilayah di Indonesia berkumpul dan membuat sebuah sumpah, yang hingga kini dikenal dengan Sumpah Pemuda. Peristiwa itu juga menjadi tonggak bahwa bahasa Indonesia dianggap sebagai bahasa Pemersatu bangsa.
Sebuah angkatan sastrawan muda yang dipelopori oleh Sutan Takdir Alisyahbana, Sanusi Pane, dan sebagainya berusaha melawan kebijakan yang dibuat oleh Balai Pustaka mereka dikenal dengan nama Pujangga Baru.
Pada tahun 1938 tepatnya pada peristiwa kongres Bahasa Indnesia I di Solo, terjadilah penyempurnaan ejaan bahasa Indonesia yang kemudian pada tahun 1947 melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Perubahan Ejaan Baru. Pada tahun tersebutlah muncul ejaan baru yaitu ejaan Soewandi atau Ejaan Republik.
Pada Kongres Bahasa Indonesia II di Medan 1954, perubahan ejaan bahasa Indonesia muncul dan dalam kongres tersebut dihasilkan keputusan mengenai ejaan bahasa Indonesia,  sebagai beirkut :
-          Ejaan sedapat-dapatnya menggambarkan satu fenomena dengan satu huruf.
-          Penetapaan ejaan hendaknya dilakukan oleh satu badan yang kompenten.
-          Ejaan itu hendaknya praktis tetapi ilmiah.
Pada tahun 1956 diadakan Kongres Bahasa Indonesia di Singapura yang menghasilkan suatu resolusi untuk menyatukan ejaan bahasa Melayu di Semenanjung Melayu dengan ejaan bahasa Indonesia di Indonesia. Perkembangan selanjutnya dihasilkan suatu konsep ejaan bersama yang diberi nama ejaan Melindo (Ejaan Melayu-Indonesia). Namun, rencana untuk mersemikan ejaan ini pada tahun 1962 mengalami kegagalan karena adanya permasalahan poitik antara Indonesia dan Malaysia.
Pada tahun 1972, setelah melalui beberapa kali seminar, akhirnya konsep LBK menjadi konsep bersama Indonesia-Malaysia yang selanjutnya menjadi sistem Ejaan Baru yang disebut Ejaan yang disempurnakan. Konsep Lembaga Bahasa Kesustraan (LBK) dibentuk pada tahun 1966 yang diketuai oleh Anton M. Moelino. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) disebut juga Ejaan Mashuri, karena pada waktu itu Mashuri sebagai Menteri Kebudayaan yang memperjuangkan EYD sampai diresmikan oleh presiden.
Ada empat ejaan yang telah diresmikan pemakaianya yaitu :
-          Ejaan Van Ophujsen (1901)
-          Ejaan Soewandi (1947)
-          Ejaan Yang Disempurnakan (1972)
-          Pedoman Umum Ejaan Yang Disempurnakan (1975)
Terdapat pula sistem ejaan yang tidak sempat diresmikan oleh pemerintah  yaitu :
-          Ejaan Pembaharuan (1957)
-          Ejaan Melindo (1959)
-          Ejaan LBK (1966)
Berikut penjelasan mengenai penyempurnaan ejaan bahasa Indonesia dari Kitab Logat Melayu sampai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
2.1        Ejaan Van Ophuijsen (1901)
Ejaan ini merupakan bahasa Melayu dengan huruf latin. Van Ophuijsen merupakan tokoh yang telah merancang ejaan ini yang dibantu Engku Nawawi, Soetan Ma.moer, dan M. Taib Soetan Ibrahim.
Ciri-ciri dari ejaan ini, yaitu :
a.         Huruf j, misalnya jang, pajah, dan sebagainya
b.         Huruf oe, misalnya goeroe, itoe, oemoer, dan sebagainya
c.         Tanda diakritik, seperi koma ain dan tanda trema, misalnya ma’moer, ‘akal, ta’, pa’, dinamai’, dan sebagainya.

2.2        Ejaan Soewandi (1974)
Ejaan ini dipilih pada masa awal kemerdekaan untuk menggantikan ejaan Van Ophuijsen. Ejaan ini resmi berlaku pada tanggal 19 Maret 1947. Ejaan ini  disebut juga ejaan republik karena berdekatan dengan proklamasi.
Ciri-ciri ejaan ini, yaitu  :
a.    Huruf oe digani dengan huruf u, misalkan guru, itu, umur, dan sebagainya.
b.    Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k, misalkan tak, pak, rakjat, dan sebagainya.
c.    Kata ulang boleh ditulis dengan angka, misalkan kanak2, jalan2, ke-barat2-an dan sebaganya.
d.   Awal di-dan kata depan ditulis serangkai  dengan kata yang mendampinginya, misalkan dipasar, dipukul, dibaca, dan sebagainya.

2.3        Ejaan Melindo (1959)
Melindo kepanjangan dari Melayu-Indonesia. Ejaan ini batal diesmikan karena faktor perkembangan politik. Ejaan ini bukan berkaitan dengan Republik Indonesia, tetapi berkaitan dengan negeri tetangga kawasan Melayu, yaitu Malaysia, Singapura, Brunei Darusalam.

 2.4       EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) (1972)
Ejaan bahasa Indonesia yang hingga kini masih berlaku adalah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Dengan berbagai revisi, ejaan ini tetap dipertahankan. Pertama kali ejaan ini diresmikan pemakaianya pada tanggal 16 Agustus 1972 berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 57 Tahun 1972 oleh Presiden Soeharto. Dilihat dari usianya, implementasi EYD dalam penulisan sudah cukup lama karena lebih dari tiga dasawarsa. Namun, kenyataanya menunjukkan bahwa sampai saat ini masih sering dijumpai tulisan yang tidak taat asas atau menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan.



Daftar Pustaka

Wahyono. 2012. Sejarah Singkat Ejaan Bahasa Indonesia. Tersedia :www.badiklat.kemenpan.go.id.
Hardinata, Vanda. 2015. Identitas Bahasa Indonesia. Tersedia : www.Vanda.lecture.ub.ac.id.
Nikinik. 2011. Sejarah Perkembangan Ejaan Bahasa Indonesia. Tersedia : http:// library.umn.ac.id.

Opie. 2015. Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia. Tersedia : www.sejarawan.com